Brownies Pisang Kukus (Gluten Free & No Food Additives)
Hujan2 makin nikmat ditemani Brownies anget2
Brownies Mangga
Tadinya pengen bikin Brownies Wortel, tapi karena stok mangga yang masih banyak, jadilah siang ini eksekusi Brownies mangga. Daaan, langsung ludes sama orang-orang kantor, suami malah cuma kebagian sebijik hehehe... Untung buat Arkan udah diselametin. Arkan masih boboci soalnya.
Ceritanya lagi musim mangga disini. Dari yang biasanya rebutan sama Ayam pagi-pagi, sampe pada masa-masa Ayam-ayamnya pada eneg sama mangganya, jadi ga perlu rebutan lagi sama mereka, saking melimpahnya. Total ada 5 pohon mangga di lingkungan kantor yang produktif "melahirkan". Saking banyaknya, kadang ngambilnya mesti pake gerobak sorong.
DIY : Mainan Menjahit (Sewing Games)
Ngiler sama mainan2 edukatif kayu, tapi mikirin ongkirnya jadi mundur teratur, soalnya #mainankayu berat kan ya, dilema kalo posisi di ujung negeri jd selama bisa dibikin sendiri mari kita bikin sendiri.
Mainan menjahit icak2 ini gampang bgt bikinnya
- cukup punya kardus bekas, atau kalo ada kardus eye-catching yg kya punya saya digambar lbh bagus lg :D
- tali / string / benang
- pembolong kertas - gunting
- Bentuk kardus sesuai keinginan, hewan, kendaraan dll, it's up to you.
- udah dibentuk bolong2in
Jadilah :D
Abaikan pemandangan dibelakang
DIY : Kids Construction Area
- kardus bekas
- gunting
- isolasi
- alas plastik biar ga kececer pasirnya
- stereform bekas
- pasir
DIY : Perpustakaan Mini Si Kecil (Making Mini Library)
Semoga bermanfaat! :)
Gratisan (yang belum tentu bikin hemat)
Selain sms banking gaji bulanan, salah satu yang bikin hati terharu dan bahagia lainnya adalah kata-kata GRATIS 2 SET atau DISKON 70% atau VOUCHER Rp 25.000.
Tapi sepengalaman saya gratisan ataupun diskon-diskonan belum tentu bikin hemat. Dan pengalaman memang guru yang berharga.
Betul. Iya kalo kita butuh barang atau jasanya memang jadi hemat. Lumayan kan ya bok dapat potongan banyak. Tapi lain cerita kalo hal-hal kaya gini justru mengarahkan kita pada pemborosan.
Butuh ga butuh, perlu ga perlu, penting ga penting, karena mumpung diskon gede jadinya beli, karena mumpung ada gratisannya jadi beli, karena mumpung free ongkir jadinya sikat. Padahal sampe rumah juga teronggok entah sampai kapan (O.O)"
Hal ini suka kejadian kalo saya beli BUKU. Hiks, hal lain kaya gamis, peralatan dapur, sepatu masih bisa saya tahan dengan gampang. Tapi kalo BUKU. Hondeh, susah payah ambo menahan raso.
Sebisa mungkin sekarang ketika membeli apapun, nanya dulu di kepala, perlu ga ya, beli ga ya, pokoknya kalo terlalu banyak drama korea di hati alamatnya ga jadi beli wkwk ... Selamat tinggaalll plang diskoonnn..... (O.O)"
DIY : Pesawat dari Kardus Bekas (Making Plane from Cardboard Box)
Bahan :
- Kardus bekas (kalo saya, karena minggu lalu baru bikin playtown, jd bekas playtown nya itu yang dipake)
- Gunting
- Isolasi bening
- Kertas warna besar (optional)
- Tali rafia (atau jenis tali lain juga bisa)
DIY : Bikin Kota Mini dari Kardus Bekas (Making Playtown from CardboardBox)
Clarified
Teringat percakapan beberapa minggu lalu dengan seorang teman yang sedang tertimpa musibah yang bisa dibilang cukup mempengaruhi stabilitas kondisi keluarganya. Sekaligus saya mau klarifikasi beberapa hal yang beredar yang saya dengar dari orang-orang tentang musibah tersebut. Setelah ngobrol-ngobrol, akhirnya saya menarik satu kesimpulan, yang pernah saya alami juga, atau mungkin yang lagi baca ini juga pernah ngalamin :
bahwa terkadang orang lain lebih merasa tau urusan kita daripada kitanya sendiri.
Pernah ngalamin hal kaya gini? Mungkin ada beberapa yang pernah, termasuk saya. Dimana orang lain lebih merasa ngerti kondisi kita ketimbang kitanya sendiri. Dan itu benar-benar menambah kesedihan, karena kita nya sendiri lagi dapat musibah, dan ada segelintir manusia yang merasa berhak menjadi tim penilai dan juru bicara dadakan. Padahal orang yang dapat musibah itu adab nya harusnya dihibur kan ya.
Btw saya bukan nya yang suci2 banget gitu nulis kaya gini, ya karena saya banyak salah juga, jadi pelajaran buat saya supaya lebih ketat lagi dalam menjaga lisan. Mencoba untuk tutup mulut daripada berbicara dalam keadaan ga tau, daripada ngomong berdasarkan katanya si anu. Pun daripada menyebarkan yang ngga2 ngomong aja langsung ke orangnya, klarifikasi, kalo orang nya memang ga mau cerita ya udiiin, berarti itu memang ranah privasi bagi dia. Itu hak orang kan memberi batas pada hal-hal yang dia anggap privasi. Ngapain ikutan rame buka acara Infotainment sendiri :D
Salah satu contohnya pernah saya baca di salah satu instagram Artis Muslimah, gegara dia posting foto dan di foto itu baby nya lagi pake pampers, ada yang komen nyinyir "ibu-ibu sekarang mau nya praktis aja", setdah, padahal bisa jadi itu si Artis mau pergi jalan atau lagi di suatu acara gitu. Tapi ya itu, yang komen merasa lebih tau. Lucu kan.
Saya jadi inget salah satu dialog di film AntiSocial :
Yang lebih menyebalkan adalah aku merasa seperti semua orang mengenalku daripada diriku sendiri. Mereka posting komentar, menilaiku di Social Redroom, sesuatu yang tak seorang pun pernah mengatakan langsung padaku, tapi online, itu sangat mudah. (Sam, AntiSocial)
Meet and Greet Tere Liye at Gramedia Batam
Es Lunes.
Sudah 2 minggu kayanya ga nulis di blog ini. Setelah beberapa waktu lalu ada audit di kantor, dan sempet pulkam ke Batam, akhirnya berhasil ngumpulin semangat lagi buat nyoret-nyoret.
Minggu ini lumayan Istimewa karena yang ngisi "bahan bakar" buat starter Senin adalah Tere Liye. Sabtu kemarin waktu balik ke Batam seperti biasa ngapel ke Gramedia, dan ga sengaja lihat spanduk di kasir kalo minggu Gramedia Batam ngadain acara Meet and Greet Tere Liye sekaligus Roadshow promo buku terbarunya, BULAN (novel kedua dari serial BUMI).
Jadilah Minggu maksa-maksain ngambil jadwal ferry jam 5 sore ke Karimun, biar jam 3 nya ke Gramed dulu. Alhamdulillah, ntah kenapa itu minggu urusan pada lancar semua. Jadilah jam 3 kita ke Gramed.
Acara Meet and Greet nya sederhana tapi berbobot, buat saya sih. Tere Liye berbagi seputar pengalamannya selama menjadi Penulis. Bahkan setelah mempunyai beberapa karya pun masih ada timing ketika karya nya ditolak.
Tere Liye juga berbagi seputar tips untuk menerbitkan buku, menjelaskan pesan-pesan yang terselip dibukunya, dan kemudian ditutup dengan foto-foto serta bagi tanda tangan.
Pas bagi-bagi tanda tangan juga posisi saya ntah kenapa tiba-tiba jadi PeWe. Alias posisi gampang minta tanda tangan, ga pake ngantri panjang, plus Arkan bisa kebagian poto sama Om Tere hehe... Alhamdulillah, What a Sunday! :D
[caption id="attachment_2392" align="aligncenter" width="412"]
Arkan with Om Tere Liye :D[/caption][caption id="attachment_2393" align="aligncenter" width="472"]
Suasana Meet and Greet[/caption][caption id="attachment_2394" align="aligncenter" width="435"]
sigining books[/caption]My Tree House Singapore (Perpustakaan Hijau Pertama di Dunia untukAnak-anak)
Di Aula ini kita juga bisa mengambil booklet bulanan khusus perpustakaan anak secara gratis yang disediakan di rak Meja Informasi dan Security. Konten booklet ini sangat informatif, jadi rasanya wajib ambil. Berisi berbagai macam jadwal acara yang diadakan di My Tree House selama 1 bulan. Ada Movie Screening, story time, Performing Art, Workshop untuk anak dan orang tua, bahkan Baby Yoga pun ada.A Note to Start
Postingan ini resmi jadi postingan pertama saya di blog ini di tahun 2015 *MukulGong. Untungnya blog ini bukan rumah asli, kalo iya mungkin udah dipenuhi sarang laba-laba dan lumut diikuti dengan isu-isu horor bahwa rumah ini ada "penghuni" nya. Sebenernya ada banyak yang mau saya tulis, saya bagi, saya coret-coret, terutama pasca perjalanan haji medio September - Oktober 2014 lalu. Apa daya cuma sampai di kepala, padahal rutinitas ga banyak-banyak amat.
Salah satu alasannya mungkin bisa jadi kegiatan nge-blog tambahan saya di http://bukudanteh.wordpress.com (blog buku saya). Jadi ini blog khusus untuk me-review buku-buku yang udah saya baca.
Kegiatan menyenangkan ini lumayan meningkatkan nafsu membaca saya. Walau tetep aja "penyakit" nimbun buku saya masih belum sembuh juga.
[caption id="attachment_2322" align="aligncenter" width="300"]
timbunan bulan Januari yang masih ngantri[/caption]Beberapa timbunan sudah dibaca dan di-review. Tapi yang ngantri masih banyak lagi. Dan sepertinya perlu beli rak lemari tambahan, karena beberapa terpaksa disempilin di rongga-rongga atas yang masih memungkinkan untuk diselipin 2 atau 3 buku.
Hal lainnya adalah tambahan obsesi anak saya, kereta api! Wkwk setelah beko (Backhoe) nah sekarang kereta api. Sempet khawatir, tapi ya sudahlah selama bukan hal negatif dan bikin dia aktif, it is fine.
Yang saya senangi sekarang Arkan juga minta dibacain buku. Setelah itu dia baca lagi buku itu. Bukaaaan, belum bisa baca dia, cuma sok yes aja baca-baca sendiri >.<
Niat saya pengen jadiin rumah kami jadi Rumah Ramah Buku. Apa itu? Gaa, itu sih cuma karangan saya aja :p Intinya mah banyak buku di rumah, banyak kegiatan membaca. Walopun pada kenyataan si bocah lebih banyak liat beko sama kereta api di youtube atau main pasir buat praktekin mainan lori2 dan beko2nya.
Di 2015 ini ga muluk-muluk. The most important is become better than 2014! Kuliah diberesin, rumah diberesin :p nambah kemampuan berbahasa, dan juga beberapa kegiatan bermanfaat ditingkatin kualitas dan kuantitasnya. Intinya lagi banyakin kegiatan bermanfaat sama suami. Ya mudah-mudahan semangat ga stagnan atau malah turun. Hidup pastinya fluktuatif, karena buat apa hidup tanpa sedikit masalah, gitu kata Liam Stewart. Apa deh. Selamat kembali ke blog ini Iraaaaa. Moga berat badan kamu lekas kembali normaaal...
HajjNote : Kembali
Last day in Madinah. InsyaAllah malam ini kloter 15 Embarkasi Batam akan bertolak kembali ke tanah air.
Perasaan campur aduk, sedih iya, karena harus meninggalkan Madinah dan Makkah, bahagia juga iya, karena insyaAllah bisa berkumpul lagi dengan suami dan anak.
Semoga langkah kaki ini kembali lagi ke tanah ini, aamiin aamiin aamiin
Elaf al-Bustan Hotel, Madinatul Munawwarah, 23 Oktober 2014
HajjNote : Madinah al-Munawwarah
Hari ke 5 di Madinah. Ini catatan pertama saya di Madinah. Dimana akhirnya rencana rajin nulis di Makkah gagal total :D
Ga terasa udah hari ke 5, antara bahagia akan bertemu kembali dengan keluarga, InsyaAllah, dan sedih harus meninggalkan Makkah dan Madinah. Apalagi di Makkah kemarin sampe sebulan. Perasaan sudah membumi.
Perbedaan di Makkah dan Madinah adalah"stok kampung tengah", alias stok makanannya hehe dasar. Di Makkah makanan kita cari sendiri, tapi ini juga tergantung pemerintah daerahnya. Beberapa daerah pemerintahnya menanggung biaya makan selama di Makkah, kalo embarkasi Batam termasuk yg ga nanggung.
Nah di Madinah alhamdulillah kita kebagian makanan-ditanggung-pemerintah hehe... Alhamdulillah makanannya enak2, dan surplus =) terima kasih pada siapapun pihak yg menyediakan, saya dan temen2 sekamar sampe bingung cara ngabisinnya, soalnya ini kayanya porsi bule arab :D
Selain itu lokasi hotel di Madinah jauh lebih deket ke Masjid Nabawi, cuma 5 menit jalan kaki =)
Suhu antara Makkah dan Madinah juga beda. Di Makkah suhu sehari2 42° - 50°. Di Madinah lebih sejuk, kayanya memang mau masuk musim dingin juga. Anginnya brrrr.....
Tapi donk, udah kangen banget aja sama Makkah =( selalu selalu selalu dan selalu berdoa semoga kaki sampai lagi kepada 2 masjid suci ini kembali, dan berharap jika kembali, kembalinya bersama suami, semoga pula langkah ini sampai ke Masjidil Aqsha, aamiin aamiin aamiin ya Allah
Beberapa momen di Masjid Nabawi
Madinah, Elaf al-Bustan Hotel, 19 September 2014, pukul 17.01 was (21.00 wib)




























